By: sahabatbaik

Cinta memang tidak bisa berwujud tapi cinta itu bisa
dirasakan dan diekspresikan sehingga cinta itu bisa menjadi lem perekat yang
menyatukan dan mengikat antara suami dan istri, bahkan lebih dari itu cinta
bisa menyatukan hubungan dengan anak,keluarga,teman, masyarakat dan tentunya
cinta yang paling tertinggi adalah cinta antara seorang hamba dengan sang
pencipta.
Orang mengatakan cinta adalah bumbu dalam kehidupan rumah tangga. Sayur tanpa bumbu rasanya hambar. Rumah
tangga tanpa cinta seperti apa ya rasanya.? Cinta itu bisa tumbuh dan bersemi seiring
dengan waktu. Bahkan cinta itu
berkembang dan menghasilkan buah dari cintanya.
Menurut sahabatku di Facebook M. Agus Syafii dalam
catatannya, Cinta seorang istri kepada keluarga adalah cinta yang tak
bersyarat. Cinta tak bersyarat,
kokoh dan kuat, tak lekang oleh waktu. Pun demikian cinta seorang suami adalah
cinta yang penuh kesabaran. Cinta yang lapang dada menerima fitrah manusiawi sang istri dengan penuh kesabaran. Sebuah
pengertian dan toleransi dari hakikat tercipta seorang wanita. Bahwa wanita
dijadikan dari tulang tusuk yang bengkok. Jika suami memaksa untuk
meluruskannya, maka ia akan patah.
Romantisme cinta
dalam keluarga harus tetap dipupuk. Katakanlah secara verbal ucapan cinta atau
sayang kepada kepada istri kita, karena sang istri butuh pengakuan lebih tegas dan lugas tentang
cinta suaminya. Kita kembali memproklamirkan cinta kepada sang istri. Sebuah
proklamasi kedua setelah pernyataan akad nikah kita dihadapan orang tuanya.
Meminjam istilah
dari Ustadz Anis Matta dalam bukunya ”Serial Cinta, Cinta kita kepada pasangan
yang halal adalah Cinta Jiwa, sebuah Cinta
ini lahir dari kesamaan atau kegenapan watak jiwa. Jiwa yang sama atau berbeda
tapi saling menggenapi biasanya akan saling mencintai. Cinta Jiwa akan lebih
indah berbalut dengan Cinta Misi sebuah cinta yang terbentuk dari penyatuan
pada orbit pikiran.
Rawat dan perbaharuilah selalu cinta jiwa kita kepada
belahan jiwa kita agar senantiasa
seperta apa yang dikatakan oleh Ibnu Qoyyim “Ketika cinta suami istri semakin kuat dan
sempurna, maka tujuan dari menjalin ikatan pernikahan semakin sempurna pula.”
Tujuan menikah adalah menjaga kesucian dan meraih sakinah.
Ada sebuah doa yang diajarkan oleh Rasulullahke pada kita di
malam pertama saat kita meletakkan dasar bangunan hubungan jiwa yang abadi?
Letakkan tangan kananmu di atas ubun-ubun istrimu, lalu ucapka doa ini dengan
lembut:
Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini
dan semua kebaikan yang tercipta
bersama penciptanya.
Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini
dan semua kebaikan yang tercipta
bersama penciptanya.
Refleksi 16 tahun perjalanan cinta jiwa berbalut cinta misi.
8 Oktober 1995-8 Oktober 2011
Kartika Wanasari, Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar