Sabtu, 01 November 2025

Tukang Putu Yang Istiqomah

 

Kue Putu

Pedagang yang paling konsisten dan istiqomah dengan suaranya, adalah tukang putu. Tahun dan zaman boleh berganti tapi suara tukang putu tetap gak berubah oleh zaman. 


Berbagai genre musik bermunculan tapi tetep suara tukang putu tidak berpengaruh. Di era Arificial intellegence (AI) muncul Sora. AI yang setiap orang bisa menciptakan lagu dan musik sendiri, tapi Sampai saat ini gak ada bisa menggantikan suara tulang putu. 


Dari Generasi Baby Boomer sampai Gen Z. Mereka menikmati suara tukang putu yang dan tidak perbedaan generasi semua menikmatinya. Rezim pemimpin berganti pun tetap tidak berubah.


Bahkan para pemimpin rezim dari zaman orla, orba sampai beberapa kali pemimpin pasca reformasi, suara tukang putu tidak berubah, konon kabarnya para pemimpin rezim itu sendiri menyukai kue putu. Jadi mereka tidak berani beroposisi dengan kue putu. 


Dari suara tukang putu ini kita bisa belajar untuk tetap istiqomah di jalan dakwah dan tarbiyah sepanjang hidup atau madal hayah, dan tak lupa merekrut orang lain agar bersama kita dijalan dakwah. 


Cibitung, 28/10/2025

Penikmat putu yang istiqomah

Senin, 20 Agustus 2018

Lebih Baik Hidup Sehat dari pada Hidup Enak


Setelah ikut keto dan tubuh sudah melangsing dan sehat kadang saya kasihan melihat teman yang tubuhnya makin membesar. Sayangnya ketika kita jelaskan mengenai hidup sehat dengan keto.

Alih alih mereka menerima penjelasan itu malah membully seakan akan menutupi kepasrahan dan ketidakyakinan dia kalau dia pasti bisa untuk untuk memulai hidup sehat.

Padahal dulupun saya demikian, berbagai metode dan cara untuk diet saya jalankan namun tak ada perubahan yang berarti. Hingga pasrah dan sakit sakitan akibat obesitas.

Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan Diet Keto yang sudah saya jalani enam bulan ini dan hasilnya bisa saya rasakan sekarang. Dari berat tubuh hampir 85 kg kini saya stabilkan di angka 60 kg.

Asam urat yang selalu menghantui saya selama kurang lebih 10 tahun, walaupun belum hilang atau sembuh total namun saat ini berkurang dari biasanya. Ketika tubuh kemasukan purin yg banyak ditambah berat tubuh yang over weight maka kaki terlalu berat menahan beban tubuh akhir pembengkakan pada kaki terjadi sampai berhari hari.

Kini semua bisa teratasi sampai kadang saya merasa aneh sendiri kemana perut saya membesar itu seperti orang hamil tapi tak pernah melahirkan.

Kuncinya adalah keseimbangan hidup dan lebih memilih hidup sehat bukan hidup enak. Hidup enak ada hanya di mulut sampai sebatas tenggorokan ketika sampai perut/lambung bisa berubah menjadi penyakit.

Ketika kita hidup sehat, sebelum kita makan kita akan berhitung apakah yang kita makan ini baik untuk tubuh kita, bagaimana kandungan gizinya, berapa prosentasi dari zat yang kita makan, berapa lemaknya, berapa proteinnya, berapa karbonya. Begitulah diet ketogenik mengajarkan pada kita.

Selasa, 17 Juli 2018

Jangan Mundur Nak...





Hari senin 16 Juli 2018 adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Hari itu merupakan hari yang istimewa buat guru, murid dan orang tua. Terutama bagi murid baru untuk semua jenjang dari TK hingga SMA.


Teristimewa sekali adalah untuk murid baru yang memasuki jenjang sekolah SD. Karena disanalah dimulai sebuah kemandirian hidup untuk sang anak. Kenapa tidak di TK ?, karena TK hampir masih dibawah pengasuhan orang tua, bahkan guru TK kadang bertindak seperti orang tua dirumah.


Ketika memasuki SD sang anak harus lepas dari orang tua dalam segala hal. Sekolahpun membatasi untuk orang tua mengantar anak kesekolah atau kedalam kelas hanya sekian hari, paling lama tiga hari. Selanjutnya sang anak bisa berangkat sekolah sendiri dengan teman temannya kalau sekolahnya dekat atau diantar kakak, naik ojek ataupun naik mobil jemputan, intinya mereka tak bisa bermanja manja diantar orang tua.


Hari pertama masuk sekolah bagi siswa SD  adalah hari yang riuh dan ramai disekolah. Ada orang tua yang rebutan kursi buat anaknya (seperti para calon anggota dewan..he..he..he…), belum lagi sang anak tiba tiba ngambek tidak mau sekolah, ada yang sang anak minta terus di temani orang tua duduk dikelas ( ini pengalaman saya kecil ketika masuk SD...he..he. he..). Ada yang ketika orang tua pulang mereka menangis dan mengejar orang tua untuk ikut pulang dan aneka laku sang anak.


Tahun ini saya mendaftarkan tiga orang anak kesekolah baru. Anak ketiga memasuki jenjang SMA. Sementara untuk anak ke empat dan lima sibungsu kembar, Rasyid dan Rasyad memasuki jenjang SD.


Untuk memyemangati sepasang anak kembar ini saya berusaha agar bisa mengantar mereka di hari pertama sekolah bersama dengan umminya. Kami memang tidak terlalu khawatir sikembar akan bertingkah aneh atau mogok dan mundur dari sekolah karena dari semenjak TK kami coba mereka untuk belajar mandiri dan menyenangi suasana belajar dan sekolah.


Kami libatkan mereka ketika membeli perlengkapan sekolah, kami libatkan mereka ketika membuat pernik pernik MOS (Masa Orientasi Sekolah) dan cerita cerita indah tentang sekolah, sehingga terucap dari dari bibir sikembar yang paling bungsu, Rasyad “Aku udeh gak sabar deh mi, pengen sekolah.”


Ucapan itu terbukti ketika hari senin awal masuk sekolah mereka begitu semangat dan tampak bahagia disekolah yang baru.


Pagi itu saya melihat video status seorang teman yang juga guru SD sedang berusaha membujuk seorang anak yang tampaknya terkena syndrom awal sekolah. Anak itu menangis nangis keluar kelas ingin mundur dan pulang sementara sang guru terus membujuknya.


Dari pinggir lapangan upacara pembukaan masa sekolah,  saya dan istri melihat si kembar yang berdiri depan dengan tegap dan tenang, sekali kali mereka mencuri pandang kearah kami dengan dengan senyuman bahagia membuat kami begitu tenang untuk meninggalkannya disekolah tidak menunggu sampai usai jam sekolah.


Ayo semangatlah kamu nak

Sekolah adalah tempat perjuanganmu menimba ilmu.

Ilmu yang akan menjadi bidukmu mengarungi kehidupan dunia dan bekal di akhirat.

Jangan selangkahpun kamu mundur

Dari medan perjuanganmu,nak…

Jangan kau mundur dengan tangisan atau

mundur yang lebay dengan tulisan…


Tatap dan majukan langkahmu…

Jangan gampang menyerah dan mundur,terlebih itu menyangkut impian dan masa depan.

Dan kau adalah mujahid yang akan meneruskan langkah langkah orang tuamu.


Jadilah kau pengganti orang orang yang mundur dalam perjuangan.


SD Al Quran MH

Kampung Buwek, Jalan H Nabrih

Senin, 16 Juli 2018


By : SahabatBaik

Rabu, 09 Mei 2018

Kerinduan Pada Sang Bunda


Sejatinya, banyak rencana dan agenda kegiatan di sabtu minggu sampai selasa juga termasuk lembur kerja. Tapi apa daya kerinduan kepada sang bunda begitu membuncah apalagi dengar kondisi yang sedang tidak membaik.

Akhirnya kerinduan itu harus terobati, ibu adalah segalanya yang harus segera ditemui karena surga dibawa telapak kaki ibu.

Emak kini tidak bisa melihat dengan jelas pengelihtannya makin berkurang dimakan usia yang dikeluhkannya kekhawatiran ramadhan nanti sudah tidak bisa tadarus alquran.

Ku coba bawakan Al Quran ukuran besar 4x ukuran biasa. Tapi sudah dicoba dengan berkaca matapun tak terlihat....😭. Sehari Emak mengandalkan tadarusan dengan surat dan ayat ayat yang dihapalanya. Padahal emak adalah seorang odojer (One Day One Juz) sejati setiap bulan selalu khatam quran sepanjang usianya. Pelajaran buat kita semua Al Quran tidak cukup dibaca tapi kudu dihapal.

Kegiatannya membaca buku hadist dan lain lain kini tak bisa dilakukan lagi karena mata yang tak bisa melihat di usia yang sudah 83 tahun.

Ya Rabb sehatkanlah bunda kami, berikan khusnul khotimah untuknya. Jadikanlah segala amal baik sebagai pemberat timbangan pahala di akherat kelak. Aamin Ya Rabb.

Selasa, 08 Mei 2018

Dari Hamka sampai Adian Husaini, Novel Pembangun Jiwa


Foto ini buku bacaan menemani weekand pekan ini , lanjutan Novel Kemi seri 1 yaitu Kemi 2 dan Kemi 3. Bukan novel biasa. Kisah tentang pergulatan pemikiran islam, kaum sekuleris yg di kemas dalam bentuk novel karya DR. Adian Husaini bukan sekedar fiksi tapi fakta.

Jadi teringat seorang ulama Hamka yang banyak menghasilkan tulisan bukan hanya non fiksi tetapi banyak juga buku novel cerita fiksi yang sudah dihasilkan. Kalau buku fiksi yang dikarang oleh seorang ulama atau cendikiawan muslim jelas bukan novel biasa. Meminjam istilah Kang Abik, Novel Pembangun Jiwa.

Kembali ke Kyai Hamka, ketika saya mencoba mengoleksi buku buku novel buya hamka, saya sempat tercengang dengan isi cerita dan gaya bahasa novel tersebut. Hampir tak percaya kalau novel novel ini karya seorang kyai, karena saya sudah membaca buku buku yang bernuansa keagamaan karya dari Hamka kecuali, Tafsir Al Azhar yang belum terjangkau kocek harganya.

Banyak novel dari Hamka yang sudah difilmkan seperti dibawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapak Van Deer Wijck. sejujurnya saya kurang suka ketika novel di tuangkan kedalam film karena banyak cerita yang dipotong dan disesuaikan selera pasar. Nah ternyata banyak pula novel Hamka yang mungkin belum dikenal padahal isi cerita dan gaya bahasanya benar menghanyutkan, seperti Merantau Ke Deli, Terusir, Tuan Direktur,dll yang kurang dikenal.

Saya juga berharap para kyai atau cendikiawan muslim bisa menulis novel seperti halnya Buya Hamka dan DR Adian Husaini, ini tentunya akan memperkaya khazanah dakwah selain lewat mimbar dan tulisan tulisan ilmiah juga ada literasi bergaya sastra. Sebagaimana film film yang bernuansa islam yang kini marak menghiasi bioskop di indonesia.

Saya tak berharap banyak kalau Novel Trilogi ini bisa dibuat film, agak mustahil karena isi dari novel ini akan bersinggungan dengan kaum penyebar sekularisme bertentangan dengan film versi Holywood yang bertujuan sebaliknya. Ingat film Alif Lam Mim..., bisa jadi akan terkena boikot oleh jaringan mereka.

Saran saya sebelum film ini ada atau tidak ada, ayo kita baca novel ini.

Wallahualam

Sabtu, 30 Desember 2017

Es Cream Cincau Mang Pepen

Mang Pepen Penjual Es Cream Cincau


Es Cream Cincau mungkin bukan makanan asing bagi pencinta kuliner. Disetiap tempat bahkan mungkin di mall atau cafe ada minuman itu dan sebagian orang tidak aneh bagi yang sudah merasakannya.

Dalam edisi pulang kampung kali ini, kami bertemu lagi dengan mang pepen seorang penjual Es Cream Cingcau yang rasanya lain dari yang, rasanya......wuuiiihhhh, makyussss.............penasarankan.

Pada umumnya dijakarta atau dibekasi yang kita temui adalah Es Cingcau dengan es batu yang diserut atau malah es batu yang dipecah pecah, kemudian diberi santan dan cingcau yang terbuat dari daun cingcau. Tapi jangan salah loh, jaman now ternyata ada juga cingcau KW atau yang terbuat bukan dari daun cingcau, entah dari apa tapi pernah ada liputan investigasinya di televisi, untuk warnanya dibuat dengan pewarna. Intinya itu adalah cingcau palsu atau abal abal. Nah ini perlu hati hati bro..

Belum lagi pemanisnya, ditempat lain banyak yang pakai pemanis buatan atau ada yang pemanisnya menggunakan sirup. Jelas hal ini akan mempengaruhi cita rasa dari es cingcau itu, alias gak orisinil, gak enak di lidah.

Nun jauh di bawah gunung haruman, Leuwigoong ada seorang penjual Es Cream Cingcau yang rasa..hmmm....ueenaakk pisan euy.  Namanya aja udah berbeda Es Cream, bukan batu es serut atau es batu yang dibelah belah. Es Creamnya ituloh bro...lembut dan enak gak kalah sama es cream pabrikan seperti Ca.....p.na, D.....nds,W..ls.

Cibitung Jaman Now

Stasiun Kereta Api Cibitung


Dulu, 18 tahun yang lalu ketika akan pindah rumah, keluarga,tetangga,dan orang bertanya akan pindah kemana..?, ketika kami jawab ke Cibitung, orang langsung mengernyitkan alis matanya tanda mereka yang yang tidak tahu ada di planet mana cibitung itu. ada juga yang menampakkan mereka tahu cibitung itu adalah daerah antah berantah yang jauh dari
ibukota, atau istilahnya tempat jin buang anak...ha..ha..ha...,

tapi itu dulu, jaman old...tapi kini Cibitung jaman now, seperti kata para pakar tata kota cibitung telah menjadi kota urban atau kota satelit dari jakarta bahkan untuk urusan kemacetan gak kalah sama jakarta. kemacetan itu bukan hanya di jalan raya tapi ketika buka pintu kita sudah lihat jalanan maceeett..., kok bisa...ya iyalah...orang belum punya garasi udah pada punya mobil...sampai sampai tukang tahu bulet gak bisa lewat gara gara terhalang mobil parkir depan rumah. Sebagai protes tukang tahu bulat merubah lirik lagunya...."Tahu bulet...digoreng dadakan....maceeeetttt...".

Kembali ke laptop..., sekedar informasi cibitung jaman now, selain ada pintu tol dan beberapa bus untuk berbagai jurusan dan ada juga feeder busway cikarang kalideres. Sehingga itu semua mengugurkan istilah jaman old yang gambarannya cibitung lebih jauh dari planet pluto. Jadi sekarang dari cibitung mau kemana juga bisa dan ada bro...



Sabtu, 02 Desember 2017

Indung


Video ini sebagai perwujudan rasa sayang pada sang ibu yang telah melahirkan dan telah membesarkan kita. sudah sepatutnya kita harus ingat dan berbakti kepada sayng ibu atau indung dalam bahasa sunda.






Selasa, 24 Oktober 2017

Mari Mendongeng Untuk Anak Anak Kita

Film Kartun pada zaman dahulu kala


Mendongeng adalah salah satu cara mendidik anak dengan menyisipkan cerita atau pesan yang baik dan bermoral. Pesan melalui dongeng ini sangat efektif di sampaikan kepada anak anak.

Sebab, sebuah dongeng atau cerita bisa merangkum berbagai fungsi yaitu sebagai penyampai pesan dan nilai, penambah pengetahuan dan pengalaman batin, serta membantu proses identifikasi diri dan perbuatan anak.

Menurut hasil riset dari para pakar psikologis ada korelasi positif dimana metode StoryTelling/bercerita dapat mempengaruhi kejiwaan manusia dan paradigma berpikir. Hal tersebut menyangkut usia balita, anak-anak sampai orang tua.

Bahkan dongeng juga tidak hanya menjadi kesenangan anak anak saja, orang dewasapun menyenanginya.
Saya ingat ketika saya masih sekolah sekitar tahun 80 an dan tinggal dikampung wilayah periangan (Jawa Barat).

Kala itu radio menjadi sebuah hiburan satu satunya, sebelum TV swasta menjamur. Cerita dongeng di Radio yang menggunakan bahasa sunda menjadi trensetter berikut judul dan nama pendongengnya.

Ibarat sinetron atau FTV yang mewabah saat ini yang kemudian menjadi gaya hidup dan pembicaraan anak anak dan ibu ibu,demikian pula saat itu. Bedanya dongeng jaman itu kental nuansa budayanya dan cerita khas daerah walaupun ceritanya fiksi, dibanding sinetron saat ini yang lebih cendrung jauh dari moral dan merusak budaya.

Minggu, 15 Oktober 2017

Catatan Perjalanan Para Pengembara

Peserta Kemah Bakti Nusantara
Bersahabat dengan alam,itulah yang kami rasakan ketika harus hidup di alam terbuka hutan pegunungan. Apalagi hidup di alam terbuka itu tanpa bekal makanan. Maka rasa parno akan menghantui kita, apa yang akan kita makan dihutan tanpa bekal logistik...?. Menjadi kegelisahan besar buat kita yang terbiasa hidup serba instan dan gadget ditangan harus menjalani hidup survival di hutan. Inilah sekelumit perjalan kami dalam acara Kemah Bakti Nusantara (Kembara) PKS Kabuapten Bekasi.

Selepas subuh kami sudah merasa kelaparan ditengah hutan tropis Gunung Halimun salak. Tak ada nasi uduk plus semur jengkol atau bubur ayam dan teh manis yang biasa kita dapatkan sarapan pagi dirumah masing masing, apalagi gemblong makanan kesuakaanku ...!!!!, ini di hutan...bro...!!!

Akhirnya seorang teman menemukan tumbuhan liar yang boleh dimakan dihutan menurut arahan dari instruktur. “Begonia” nama Tumbuhan itu, daun dan akarnya dibuang yang dimakan hanya batangnya, dan rasanya.......uuaseemmmm dan kecut mirip belimbing wuluh. Walaupun baru melihat dan aneh tapi pagi ini menjadi sarapan yang mewah buat kami. Agar tak terasa kecut bisa dimakan memakai garam. Ya hanya garam perbekalan yang boleh kami bawa.

Menjelang siang kami  berjalan menyusuri hutan punggung gunung halimun. Kembali rasa lapar menyergap....cacing cacing diperut berontak seperti marah karena dipaksa untuk memakan begonia yang asam dan kecut.

Minggu, 08 Oktober 2017

Jangan Halangi Kami Sekolah


“Hei mau kemana kamu,” hardik seorang tentara israel kepada bocah kecil palestina.

“Aku mau sekolah, tolong beri jalan,” jawab bocah kecil lantang seperti tidak ada rasa takut dengan tampang sangar tentara israel padahal mereka juga bersenjata.

“Hari ini tidak ada sekolah, libur. Lebih baik pulang saja,”

“Apa...?, sampai aku berangkat tidak ada informasi kalau sekolah libur, jadi beri saya jalan untuk sekolah,”

Tiba tiba dari arah belakang ada seorang lagi anak kecil yang datang sambil berteriak dan bertanya.
“Heeeiii......!,Kareem ada apa, apa yang terjadi.”serunya

Yang dipanggil langsung menoleh dan tersenyum bertemu kawannya. “Heiii….., Hamdan ini kita tidak boleh masuk sekolah oleh para zionis, padahal tidak ada pengumuman dari sekolah kalau hari ini libur.”

“Oh, begitu. Kita usir saja dengan batu supaya mereka pergi. Sebentar lagi kawan kawan kita juga datang untuk membantu.”

“Heiii..!, zionis menyingkirlah dari sini biarkan kami berangkat sekolah kalau tidak maka kami akan timpuk dengan batu,” seru hamdan lebih berani dari kareem.

“Ha...ha...ha..., hai setan kecil kami tidak takut dengan tipukan batumu.”

“Oh, begitu ya. Ayo kita timpuk nereka kareem, tuh kawan kawan kita sudah datang.”

“Baiklah, Bismillahrohmanirrohim, Allah Akbar....!!!,” teriak kareem sambil menimpuk batu. Temannya yang baru datang juga melakukan hal yang sama.



Tentara israel yang sombong rupanya meraka belum siapa ketika mendapatkan serangan batu dari anak anak kecil palestina. Terlihat mereka belingsatan mencari perlindungan. 

Dari balik perlindungan terjadi perdebatan sesama mereka untuk segera mengakhiri serangan batu itu.
“Hei...kawan kau tembak saja bocah bocah supaya mereka lekas mati dan kita tidak ditimpuki batu.”

Seorang yang dipanggil kawan itu terlihat emosi dengan ajakan kawannya juga. “Tidak bisa kawan, mereka hanya melawan dengan batu kenapa harus kita lawan dengan tembakan, aku tak tega dan juga ini melanggar HAM apa kata dunia nanti tentang negara kita.”

“Alah, persetan dengan HAM, hei kawan apakah kamu lupa bahwa ajaran agama kita halal untuk membunuh bocah bocah palestina itu,” tukas  sang tentara muda yang terbakar emosi.

Prajurit muda itu mengokang senjatanya dan bersiap siap untuk menembak anak anak palestina. Baru saja dia ngintip dari tempat persembunyiannya. Sebuah batu seukuran kepal orang dewasa mendarat mengenai tepat dimata kanannya. 

“Aaaahhhh....., toloooonnnng..mataku kena mataku kena....!!,” teriaknya.  Seorang kawannya langsung berlari untuk memberikan pertolongan.

Rabu, 17 Mei 2017

Paras Rupamu Hanyalah Santapan Cacing Tanah




Sering kita baca di berita online dan sosial media saat ini marak orang mengagumi seseorang dilihat dari dzahir yang nampak.


“Seorang penjual jamu cantik bak pragawati disukai netizen,”


“Heboh para gadis netizen pedagang es kelapa ganteng berbodi atletis,”


Demikian banyak berita seperti ini.


Dunia yang semakin tua orang orang masih banyak yang mengukur diri dengan hal tersebut, wajah ganteng,cantik. Bentuk tubuh yang atletis, seksi. Kulit yang mulus rambut yang hitam kemilau, dan segala macam atribut keduniaan lainnya.


Sehingga hal yang wajar ketika manusia lain akan merasa minder dengan kondisi dirinya yang merasa kurang cantik, ganteng, berkulit hitam, hidung pesek, gemuk atau kurus, dan sebagainya. Bisa jadi kondisi merasa minder dan rendah diri ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk membuat aplikasi yang bisa merubah tampilan dirinya lebih dari sempurna.


Ketika berswa foto kemudian mengupload di medsos kemudian direkayakasa dengan aplikasi agar tampilan diri begitu cantik,bersih dan eye cathing,yang tanpa sadar semua adalah kepalsuan dirinya  tidak mau menerima kondisi dan membandingkan dengan orang lain yang dianggap sempurna.


Sadarilah wahai manusia, karena pada hakekatnya Allah SWT telah menjelaskan kepada kita bahwa,


"Laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim..." (sesungguhnya Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya.)


Namun itulah manusia yang juga digambarkan oleh Allah dalam al quran sering berkeluh kesah, baper, pendek akal, dan iri karena mengukur dirinya dengan orang lain, sehingga merasa dirinya tidak sempurna.


Tidak pernah disadari kesempurnaan tubuhnya hanyalah sementara didunia. Ketika kematian tiba dan sang tubuh telah tertanam dalam tanah maka cacing tanahlah yang akan berpesta pora mengurai tubuhnya dan malaikat Munkar dan Nakir akan mengintrograsinya.


Masihkah kita tertipu oleh fatamorgana kesempurnaan dan keindahan dunia ?


Wahai jiwa bertaubatlah, sesungguhnya sesungguhnya kematian pastikan datang. Kecantikan keindahan pada akhirnya menempati sebuah tempat yang busuk.


Setiap hari selalu ada mayat yang kita kubur, tetapi kita melupakan jejak kematiannya.


Wahai jiwa, apa arti paras rupa yang kau banggakan dibelakangku, kelak semua itu tak ada arti dialam kubur. Hanya paras rupa amal yang bisa kau banggakan.


Kematian adalah tamu,bersiaplah menyambutnya sebaik mungkin.


Beramallah untuk bekal dialam yang kau jadikan sebagai tempat tinggal.


Wahai jiwa, esok kau akan berjalan di atas shirat (diatas neraka). Sadarlah sebelum kau tergelincir darinya.



“Banyaklah mengingat perusak kenikmatan”  (HR.Abu Hurairah.RA)


Demikian pesan Rasul agar agar kita tidak terlena dengan kenikmatam dunia. Wallahu A’lam bi Shawwab.


By : Sahabat baik

Gazebo PI, 16 Mei 2017

Selasa, 02 Mei 2017

Piala Bergilir Kematian



Mendengar kata kematian orang pasti akan merasa sesuatu yang menakutkan. Karena manusia menyadari hal itu adalah akhir dari kehidupan makhluk di alam fana.

Belum lama ini, kita menyaksilan sebuah proses kematian yang begitu indah dari seorang pembaca quran, wafat saat membaca surat Al Mulk sampai ayat ke 2.

Tak lama kemudian kita menyaksikan lagi episode kematian yang cukup tragis, peristiwa dua kecelakaan lalu lintas diwaktu yang berbeda tetapi ditempat yang sama, kawasan puncak Cianjur.

Maut akan selalu mengintai manusia kapan pun dimana pun. Tanpa awalan atau dengan awalan didahului sakit. Yang pasti manusia tidak bisa menghindari al maut tersebut, dalam berbagai kondisi, usia, pangkat ataupun jabatan, Kaya maupun miskin, sehat atau sakit.

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya." (Ali Imran: 145)

Tak ada seorang pun tahu kapan dia akan mati. Ibarat piala bergilir ia akan menemui siapa saja setiap orang yang berdiam disuatu tempat ataupun orang yang suka berkelana. Pastinya setiap makhluk takkan bisa menghindarinya.

Dalam sebuah kisah seorang menteri di zaman Nabi Sulaiman yang coba menghindari kematian. Di suatu pagi, Sulaiman mengadakan majlis bersama menteri ini.

Kemudian seorang laki laki masuk memberi salam dan membisikan sesuatu ke telinga Nabi Sulaiman. Lelaki ini memandang tajam kepada sang menteri yang bernama Jalil Al-Qadri, sehingga ia ketakutan. Ketika lelaki itu sudah pergi, sang menteri bertanya kepada Sulaiman, "Wahai Nabi Allah siapa lelaki yang barusan keluar tadi ? Sungguh pandangan matanya membuat aku takut."

Nabi Sulaiman Alaihisalam menjawab, " Ia adalah malaikat maut yang menjelma manusia. Ia mendatangiku." Seketika gemetarlah sang menteri dan menangis. Lalu ia berkata kembali, " Wahai Nabi Allah, demi Allah aku mohon kepadamu agar kau perintahkan angin bertiup membawaku ke tempat yang paling jauh, ke India," Nabi Sulaiman memenuhi keinginan sang Menteri itu, dia pun terbang tertiup angin.

Keesokan harinya, malaikat maut datang kembali kehadapan Nabi Sulaiman sebagaimana kemarin. Nabi Sulaiman berkata, "Kemarin kau telah membuat sahabatku gemetar. Mengapa kau memandangnya begitu tajam."

Malaikat itu berkata, "Wahai Nabi Allah, aku mendatangimu dipagi hari. Aku terkejut mengetahui orang itu masih bersamamu disini. Padahal Allah memerintahkanku mencabut nyawanya selepas Zuhur di India."

"Lalu apa yang kau lakukan ?" Tanya Sulaiman. Aku pergi ke tempat yang Allah perintahkan kepadaku untuk mencabut nyawanya disana. Ternyata kudapati ia telah menungguku, lalu aku cabut nyawanya," jawab malaikat.

Katakanlah, 'sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'." (Al-Jumu'ah : 8).

By : SahabatBaik
Kartika Wanasari, 1 Mei 2017. 23.34

Senin, 20 Februari 2017

Pak Mukarim, Laskar FPI dan Gorengan Gratis



"Ayo gratis...gratis gorengannya, silahkan ambil bang, halal...halal....," Seru seorang pemuda laskar FPI di samping gerobak pedagang gorengan sambil menyodorkan kantong kertas pada kami.

Kami yang tengah kedinginan hujan yang mengguyur tak henti pada acara Bela Islam 112, langsung menyambar gorengan yang masih panas, sementara sang laskar itu masih terus berteriak menawarkan gorengan yang kepada massa peserta bela islam 112.

Sambil menikmati gorengan kami bertanya kepada tukang gorengan itu siapa yang bayar gorengan ?, "Itu pak," kata penjual gorengan menunjuk kearah pemuda laskar FPI. Lalu kami ucapkan terimakasih kepadanya.

Pemuda laskar itu menjelaskan gorengan gratis bukan dari dirinya, tapi berkah dari acara bela Islam ini banyak yang menitipkan uang untuk membeli makan dan menggratiskannya.

Salah seorang dari kami mengeluarkan uangnya dan menitipkan kepada sang laskar untuk memperpanjang masa gratis gorengannya, kamipun ikut berteriak menawarkan gorengan kepada para kaum muslimin dan muslimat peserta aksi 112.

Pak Mukarim pedagang gorengan berusia 52 tahun berasal dari Cirebon pun bersemangat menggoreng semua makanannya.



Disela sela menggoreng kami sempat bertanya, siapa yang akan dicoblos pada pilkada besok. Ternyata pak Makarim adalah seorang pendatang dan tidak memiliki ktp DKI.

Walaupun tidak punya hak pilih namun pak mukarim bercerita dirinya dan teman disekitar kontrakannya menolak untuk membantu menyebarkan stiker dan brosur cagub no 2 walau di iming imingi uang. Hati nuraninya berbicara dia tidak suka dengan gubernur penista agama, Allah Akbar.

Hujan yang berangsur angsur reda kamipun pamit kepada pak mukarim dan sang laskar sambil mendoakan keberkahan dari usaha Pak Mukarim serta para pedagang di aksi bela islam 112, karena dibelakang kami ada penjual tahu sumedang yang dagangannya telah diborong seseorang untuk digratiskan pula.

Kamis, 18 Agustus 2016

Menumbuhkan Minat Baca dan Menulis



Keren nih status pak walikota Ridwan Kamil di Facebook, intinya anak kudu baca buku fiksi atau buku non pelajaran, yang arahnya agar menumbuhkan budaya literasi anak indonesia sementara budaya literasi atau membaca dan tulis anak indonesia jeblok ke rengking 64 dan 65 dari dari hasil survey literasi dunia.

Padahal ditengah ketatnya kurikulum sekolah,anak didik sampai tidak boleh membaca buku selain buku pelajaran. Bahkan buku novel yang layak untuk dibaca anak aja sampai disita, hadeuuh. Pantas aja indonesia terpuruk jangankan minat menulis minat baca aja gak di sokong oleh guru dan sekolah.

Saya paling suka ketika SD kalau libur sekolah dapat PR mengarang cerita tentang liburan,kemana aja liburan ngapain aja liburan. Semua ditulis dan diceritain. Kemudian hasil tulisan itu dibaca didepan kelas. Wuuihh bangga banget walaupun liburnya cuma keragunan.

Tapi sekarang alih alih menikmati liburan justru anak dibebani seabrek PR, seolah olah liburan itu sekolah pindah kerumah, jangankan anak babenye aje pusing.

Semoga aja nih, idenya kang ridwan kamil di ikuti oleh kepala daerah lain. Minimal sekolah dan guru memberi kesempatan pada anak didiknya membaca dan berliterasi. Sediakan mereka perpustakaan yang isi buku sastra,cerita dan fiksi.

"Ajarkan sastra pada anak-anakmu, agar anak yang pengecut jadi pemberani." Kata Khalifah Umar ibn Khattab memberi nasehat.

Kemudian juga Aisyah r.a. juga menjelaskan secara lebih spesifik, "Ajari anak-anak puisi sejak dini."
Puisi loh, cikgu bukan bukan rumus kimia atau dalil pytagoras yang menguras otak.

Wallahu A'lam
By : sahabatbaik

Rabu, 17 Agustus 2016

Takbir dan Kemerdekaan



Dulu para pejuang kita selain meneriakkan kata merdeka juga meneriakkan kalimat takbir, "Allah Akbar" sebagai penyemangat perjuangan bahwa belanda penjajah walaupun dengan persenjataan canggih sesuai jamannya, tapi tetap kecil dan Allah yang maha besar sebagai penolong perjuangan.

Coba kita lihat para pahlawan kita, pangeran Diponegoro,KH Noer Ali, Sudirman dan bung tomo yang sangat jelas mengobarkan semangat perjuangan kepada arek arek suroboyo dengan teriakan takbir melalui corong radio.

Jadi jangan lupakan Allah dalam kemerdekaan ini. Jangan lupakan Allah dalam mensyukuri kemerdekaan.

#Salammerdeka,ALLAH AKBAR.

Note :
Seharusnya selain ada lomba balap karung, makan krupuk, tarik tambang,dll. Ada juga lomba takbir dengan penuh semangat, ALLAH AKBAR.......

Kartika,17 Agustus 2016

Jumat, 08 Juli 2016

Sungkeman



Sungkeman adalah tradisi orang indonesia sebagai wujud pengabdian dan bakti pada orang yang lebih tua dengan meminta maaf dan mengakui segala kesalahannya, dan orang yang lebih tua memaafkan kesalahannya.

Sungkeman memang bukan tradisi islam namun saling memaafkan dan memuliakan orang tua adalah ajaran islam yang harus kita jalankan. Bermaafan memang tak harus menunggu hari lebaran namun momentum sungkeman lebaran adalah satu ikatan dari tradisi dalam memuliakan orang tua oleh sang anak.

Mereka rela berjam jam, bermacet macetan dijalan raya, jalan tol mengejar momentum itu. Hanya mereka yang merasakan betapa pentingnya momentum itu. Empati sang anak tak bisa dipisahkan oleh sekedar macet dijalan.

Orang tua akan haru dan mencucurkan air mata menerima simpuh dari sang anak. Kalimat orang tua kepada dan sebaliknya anak kepada orang tua bukanlah sebuah kalimat basa basi sekedar minal aidin walfaidin, tetapi bahasa yang diperhalus dan setiap kata katanya akan menyentuh kalbu sehingga wajar akan ada hujan air mata dari keduanya.

Terlebih satu diantara orang tua kita sudah tak ada, rasanya akan menyakitkan mereka bila kita tak datang hanya tuk sekedar bersungkeman meminta maaf.

Mereka akan menangis ada buah hatinya yang bertahun tahun dibesarkan tak datang. Mata mereka akan berkaca kaca mengingat sang anak yang ditunggunya belum tiba. Hati mereka akan ada yang terganjal menunggu kabar sang anak yang tak kunjung jua.

Mereka akan bersabar dan lebih dulu memaafkan sang anak walaupun dia belum tiba, namun akan bahagia bila kita hadir dihadapannya.

Cukuplah malin kundang itu hanya jadi mitos dan yang melegenda. Janganlah kita menjadikan malin kundang menjadi sebuah kenyataan hanya kita melupakan dan tak mau menemuinya.

Temuilah mereka bersimpuhlah padanya, mintalah maaf padanya,mintalah ridha kepadanya.

"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi)

By : @sahabatbaik

Jumat, 01 Juli 2016

Sang Bapak dan Kentongan Bambu




"Tong.....tong.....tong.....trotong..tong.....tong...tong."

Suara pukulan kentongan yang terbuat dari bambu berbunyi menggema seantereo kampung, bahkan nyaris amplitudo suara dari kentongan yang berada dilembah kecil itu sepertinya sampai ke kaki gunung haruman di tengah malam yang sunyi pukul setengah tiga dini hari.

Kemudian berlanjut dengan suara bariton, dengan intonasi khas menggunakan bahasa sunda, melalui speaker musholla.

"gugah...gugah...,bapak..bapak,ibu ibu..geura garugah. Hayu sholat tahajud....,"

kalau di bulan ramadhan ada ucapan tambahan dikhususkan kepada ibu ibu, agar segera masak untuk persiapan sahur.

Suara rutin itu sudah terbiasa terdengar ditelinga penduduk kampung. Ketika suara itu tidak mengudara para warga kampung sudah memahami karena dua hal.

Lelaki tua yang membangunkan penduduk melalui kentongan dan speaker itu, bisa jadi dia sedang pergi kejakarta mengunjungi anak dan cucunya atau dia sedang sakit. Kabar ini biasa menyebar dari mulut kemulut ketika para penduduk saling bertemu dipersawahan atau di kebun.

Bila mendapatkan kabar sakit maka warga kampung silih berganti menjenguk lelaki tua itu.

Lelaki tua yang menghabiskan waktu pensiun dari pekerjaannya sebagai abdi negara, kini menghabiskan waktu tuanya dengan menjadi seorang petani dan menjadi seorang pengurus masjid.

Masjid kampung yang sebelumnya tidak terurus,bangunannya mulai rusak,managemen masjid amburadul dikelolanya secara amanah, sehingga masjid kampung menjadi makmur dengan renovasi bangunan yang bagus hingga menjadi kepercayaan para donatur dan kebanggaan warga kampung.

Suatu ketika sang bapak tujuh anak ini, menangis tak henti henti ketika dia sadar telah berada depan Kabah, melaksanakan umroh atas biaya urunan anak anaknya. Sesuatu yang dulu hanya dilihat gambarnya saja sebagai hiasan dinding dan hanya menontonnya televisi, kini bisa beritikaf di masjidil haram tanpa diberi tahu akan berangkat umroh. Sebuah kejutan yang terduga dari para anaknya.

Ramadhan setahun yang lalu 1436 H sang bapak yang usia melebih rasulullah, 70 tahun terbaring lemah ditempat tidurnya, menyakit tua semakin menggerogotinya.

Saat sakit masih terus teringat akan tugasnya membangunkan warga untuk qiamullail. Kadang menyuruh seorang anak yang mengurusnya, kadang juga sang istri untuk menggantikan memukul kentongan.

Tepat malam malam ganjil dibulan ramadhan malam yang diperkirakan turunnya lailatul qadhar, dalam sakitnya sang bapak, masih melaksanakan kewajiban sholat dipembaringannya, berdzikir bahkan masih membaca tadarusan qur an rutinnya.

Saat istirahat tidur, sesekali dia terbangun menanyakan jam kepada istri yang setia mendampingi dan juga kepada anaknya, sepertinya dia ingin memastikan apakah sudah jam tiga dini hari,sepertinya dia ingin melakukan kebiasaannya, sholat qiamullail dan mengajak serta membangunkan warga kampung untuk turut melaksanakan qiamulail.

Tepat jam tiga, sang anak yang menunggu bapaknya terjaga, tersadar sang bapak tidak lagi menanyakan jam. Tampak dia tertidur lelap,sesuatu yang tidak biasa.

Ketika istrinya membangunkannya, ternyata sang bapak telah lebih dulu dibangunkan dan ajak menghadap Rabbnya oleh Malaikat Izrail.

"Innalillahi Wa Innailahi Rojiun"

"Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
masuklah ke dalam surga-Ku".


Malam itu 27 Ramadhan 1436 seperti biasa aku tak ingin melawati malam lailatul qadhar, itikaf ku ikuti walaupun tidak full berdiam diri dimasjid sepanjang hari karena pagi hingga sore harus bekerja mencari nafkah. Sementara libur idul fitri tinggal dua hari. Namun itu tak menyurutkan ku mengejar kemuliaan malam seribu bulan.

Untuk kekhusuan itikaf sengaja handphone aku nonaktiflan.
Malam itu itikaf kuhabiskan dengan berdzikir dengan membaca Al Quran sehingga aku terlelap ketiduran.

Saat pukul tiga lewat dini hari saat para peserta itikaf bersiap siap melaksanakan qiamullail, aku terjaga ketika seorang teman membangunkanku, sementara Al quran yang kubaca telah menutup wajahku.

"Akhi bangun, ada telpon dari istri antum, ditelepon ana karena ditelpon antum gak masuk -masuk" kata temanku.

"Ya telponnya ana non aktifkan, ada apa ya,...?, mana telponnya.."

Lalu kuraih telpon itu, terdengar suara yang tercekat dari istriku yang mengabarkan bahwa bapakku telah wafat, kabar itu baru saja disampaikan oleh keluargaku dari garut.

Seketika aku limbung, dengan tangis dan air mata yang berderai. Teman teman yang menyaksikanku mereka bertanya ada apa denganku. Ku beritahu bahwa bapakku telah wafat.

Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.

Mengenang satu tahun wafatnya ayahanda kami, Oman bin Sukatma, 27 Ramadhan 1436 H.

By : @sahabatbaik

Masjid Ramah anak



Itikaf di Masjid Miftahul Jannah Villa Mutiara Cibitung, masjid yang ramah anak, sehingga anak anak betah gak pulang kerumah dan setiap hari ikut mabit.

DKM nya pun gak pernah galak sama anak anak dan merekapun bebas bermain dimasjid. Sesuatu yang langka saat sekarang ada anak betah bermain dimasjid.

Kelak ini akan membawa kenangan tersendiri buat sianak ketika mereka dewasa.

Banyak sebagian DKM masjid yang merasa alergi dengan keberadaan anak anak dimasjid, bahkan ada petugas khusus untuk memarahi anak anak.

Ingat pesan Pesan Sultan Muhammad Al Fatih (Penakluk Constantinople):

.... " Jika suatu saat masa kelak kamu TIDAK lagi mendengar bunyi bising dan gelak tertawa anak-anak riang di antara shaf-shaf Shalat di masjid-masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan kejatuhan Generasi muda kalian di masa itu " ...

Saudara/i ku ...
Silahkan perhatikan Masjid di kawasan kalian, Sunyi atau masih ramaikah dengan celoteh dan canda khas anak-anak atau sudah terasing dari masjid dengan khusuk di depan TV Game dan Gadget.

Jangan Pernah larang anak-anak untuk pergi ke Masjid dengan alasan ribut dan mengganggu " Kekhusyuan" shalat.

Karena ketika hilang suara-suara kecil mereka yg khas di Masjid-masjid kita...

Itulah Tanda Keruntuhan dan Jatuhnya Generasi Mendatang..

By : @sahabatbaik

Jumat, 24 Juni 2016

The Story Of Tarmizi, Bujangan ora danta. Sekarang Episode duanya, Janji nikah setengah hati



The Story Of Tarmizi, Bujangan ora danta.

Episode ke 1,
Udah Berapa Kali Ramadhan Belum Nikah Juga

Sekarang Episode duanya
Janji nikah setengah hati

Tarmizi langsung rebahan dikamarnye. Kali ini kemakan juga sama becandaan nurfai, baru nyadar umurnye bentar lagi kepala tiga.

Dia langsung teringat enyaknye yang udah setahun meninggal akibat sakit kanker, sementara babenya udah lebih duluan meninggal sewaktu tarmizi kelas satu STM.

Tarmizi menerawang kelangit langit kamar dengan mata yg berkaca kaca inget enyaknye sewaktu masih sakit dulu.

"Zi, jadi kapan elo mau kawin, enyak sedih kalau enyak udah gak ade lo belum nikah juga," kata enyanye tarmizi yang tiduran dibale bale karena sakit.

Sebenernye tarmizi udah bosen ditanya itu terus,tapi lantaran die sayang sama enyak, die berusaha bae baein aja.

"Ude nyak, gak usaha banyak pikiran yang penting nyanya sehat dulu, nanti kalau nyanya udah sehat bakal tahu sendiri calonnye ," kate tarmizi dengan hati miris dan sedih.

Satu sisi dia pengen ngebahagian enyak, tapi satu sisi rasa egois itu untuk bertahan jadi jomblo masih kuat.

"Yang bener zi," kate enyanya tarmizi sambil berlinang air mata bahagia denger jawaban anaknya.

"Almarhum babe pasti seneng banget kalau elo udah mau nikah, nanti kalau enya udeh nyusul babe lo, nyak kasih tahu deh."

Ngedenger omongan seperti itu, tamizi langsung duduk dilantai samping bale bale sambil nangis sesegukan dan megangin tangan enyanye.

"Enya, jangan ngomong gitu dong, Insya Allah enyak bisa sembuh bisa nyaksiin tarmizi nikah,biarin babe tenang dialam sana,nyak," jawab tarmizi dengan hati yang terkoyak koyak sedih.

Tarmizi merasa seperti sebuah firasat kalau enyaknye bakal nyusul babenye meninggal. Penyakit kanker enyaknye kate dokter udah gak bisa di obatin lagi dan umurnya diperkirakan gak akan lama lagi,makanya dia berusaha menyenangkan semua keinginan enyaknye.

Dan akhirnya firasat itu terjawab, tiga hari kemudian selesai sholat subuh, tarmizi yang baru pulang dari masjid habis sholat subuh, ngelihat enyanye lagi dzikir sambil tiduran ba'da sholat subuh, cuman yang aneh biasanye habis dzikir terus baca qur'an, tapi dari tadi sampai tarmizi mau mandi untuk persiapan kerja enggak kedengeran suara bacaan qur'an nyanyanye.

Tarmizi penasaran masuk kamar terus lihat enyaknya seperti tidur pules sambil megangin tasbeh. Terus dia pegang tangannye, aneh kok berasa dingin semu kayak gak ade darahnya.

"Nyak,...nyak..," panggil tarmizi sambil gerakin tangannye, tapi aneh semua tubuh ikut bergoyang terus, die penasaran tangannya coba deketin hidung enyanye yang ternyata gak berasa hembusan napas, tarmizi makin cemas lalu die deket kuping kedada enyanye yang masih ketutupan mukena putih.

"Enyaaaaaaaaakkkkkk........................," meledaklah tangis tarmizi dipagi buta itu setelah die pastiin gak ada lagi napas dan detak jantung enyanye.

Suara tarmizi sampai kedengeran sama tetangga yang laen. Tetangganye pada datang terus pada nanya apa yang terjadi, tarmizi yang lemes cuma bisa jawab enyaknye udah gak ada, setelah itu die gak sadarin diri.

Dan ketika die siuman, langsung dirangkul sama engkong ali, sambil nahan tangis kong ali bilang, "sabar ye..tong..., ikhlasin aje enyak lo...., masih ade gue yang nemenin lo, tong...,"

Sesabar sabarnye tarmizi gak kuat juga die nahan tangisan, tapi die masih sadar kalau orang muslim gak boleh meraung raung nangis kalau ada kematian, itu nasehat gurunye, ustadz barna sobarna. Akhirnye die coba bisa sesegukan dipelukan engkongnye.

..........

Mukanya tarmizi basah semua sama air mata yg terus mengalir, mengingat kejadian setahun yang lalu. Ada rasa menyesal die belum bisa menuhin keinginan enyaknye,lantaran egoisnye die.

Ade perasaan yang timbul dari hatinya "Gue kudu nikah tahun ini juga" untuk mengobati rasa kecewa dan sedih di hatinye.

Bentar lagi ramadhan terus lebaran orang orang disekitar tarmizi masih belum bosen setiap ketemu mereka, uwa,encang,encing juga ponakan apalagi kong ali pasti pade nanyain, "Kapan lo mau kawin,zi...," tarmizi kalau udah ditanya gitu kalau die gak bisa jawab ujung ujungnye di pura pura budeg aje.

"Terus gue mau nikah ame siapa ya....," bisik kegalauan hatinye.

"Ah, jodoh mah rahasia Allah, pokoknye gue kudu nikah tahun ini juga..," tarmizi berusaha menenangkan hatinya.

Lalu dia segera mengambil Al quran, die inget belum khatam satu juz untuk laporan ODOJ (One Day One Juz) besok,padahal die udah ngantuk.

Tapi tetep die lanjutin bacaan Al quran yang udah nyampe juz 15, itung itung sebagai dzikir untuk menenangkan hati dan pikirannya.

Ade lanjutannye sodare sodare

Ikutin aje kisahnye di blog ini