![]() |
Sumber gambar :http://www.republika.co.id |
By: SahabatBaik
Tanpa terasa hari hari yang telah dilalui mengantarkan kita pada penghujung
tahun masehi. Sudah menjadi tradisi bagi
sebagian orang menutup akhir tahun dengan hal-hal yang pada hakekatnya hanya
sebuah kesia-sian. Mereka menganggap akhir tahun yang telah mereka lalui adalah
pertanda usia mereka menjadi panjangnya jalan kehidupan dunia yang mereka lalui dan terus
berlanjut ditahun yang akan datang.
Padahal Manusia yang menapaki jalan kehidupan dunia, dia sendiri tidak akan mengetahui akhir dari jalan
kehidupannya. Manusia hanya bisa meraba
raba dan mengikuti panduan dari jalan
kehidupan yang telah diberikan oleh sang pencipta. Jadi jalan kehidupan adalah
sebuah misteri yang harus di lalui oleh setiap orang.
Muara dari jalan
kehidupan dunia itu adalah
sebuah kematian yang pasti menghampiri
setiap makhluk Allah SWT. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan
mati”. (QS.Ali Imron:185). Kematian itu sendiri adalah sebuah proses
pembersihan dan penyucian jiwa manusia
dari berbagai dosa-dosa yang dilakukan selama menapaki jalan kehidupan.
Tak seorangpun
makhluk yang menapaki jalan kehidupan mengetahui kapan mereka akan mengakhiri kehidupannya. Allah SWT sang Maha Pencipta telah menciptakan manusia dari tiada
menjadi ada, kemudian mematikannya. Diantara mereka , ada yang diberikan umur
panjang dan dibiarkan hidup sehingga mencapai fase kelemahan fisik.
“Allah-lah yamg menciptakan kamu dari keadaan
lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat,
kemudian dia menjadikan (kamu) kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dan Dia
Maha Mengetahui, Maha Kuasa.” (QS Ar-Ruum : 54)
Tak seorangpun
makhluk yang menapaki jalan kehidupan mengetahui dimanakah mereka akan
mengakhiri kehidupannya, dimanakah mereka menemui sang penjemput ajal,
malaikat maut.
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada
yang mengetahi secuali Dia sendiri, dan Dia mengetahu apa yang di darat dan di
lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya
(pula), dan tidak jatuh sbutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu
yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh
Mahfuz).” (QS AL-An’aam : 59).
Yang harus selalu di ingat oleh sang penempuh jalan
kehidupan adalah dia sesungguhnya sedang membawa kematian, sedang berjalan
menuju kematian, dan sedang menunggu kematian itu entah datang di pagi hari
atau ketika sore nanti. Demikian nasehat
Dr ‘Aidh Al-Qorni dalam La Tahzan.
Dunia bukanlah sebuah jalan kehidupan yang abadi, dunia
hanyalah persinggahan tempat manusia mrngumpulkan bekal untuk menuju jalan
kehidupan yang abadi. Selayaknya kita tidak mensia-siakan,melalaikan atau melenakan diri dijalan kehidupan yang
fana ini.
Sadarilah wahai engkau penempuh jalan kehidupan dunia.
Wallahu a’lam bishawwab
Cijaliti Leuwigoong Garut, 30 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar