Mungkin hal ini luput dari perhatian para dokter dan peneliti. Kelihatan gak nyambung padahal kenyataan ini memang terjadi.
Kira kira dua bulan yang lalu ketika berangkat kerja siang hari karena shift dua. Berangkat dari rumah dalam kondisi normal dan lancar, tiba tiba di prapatan lampu merah Cibitung, motor agak oleng. Eeh ternyata ban belakang kempes. Saya coba isi angin saja dengan perkiraan hanya kurang angin. Tapi setelah berjalan beberapa meter ban itu kempes kembali bahkan lebih parah. Agar tidak menambah kerusakan ban maka motor itu tidak saya naiki tapi didorong menuju ke tukang tambal ban.
My blog, my thoughts, my ideas what I like about me, it tells me, sharing may be useful to you
Tampilkan postingan dengan label usia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usia. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Oktober 2013
Selasa, 09 Juli 2013
Usia Yang Tak Ingin Sia-sia
Umur atau usia adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. (Wikipedia).
Kehidupan didunia bukanlah tempat keabadian dan puncak dari segala kehidupan. "Urip mampir ngombe" demikian kiasan menurut orang jawa. Hidup cuma untuk mampir untuk minum air. Kehidupan ini hakikatnya adalah sebuah perjalanan bagai seorang musafir. "Bagai pengendara yang berteduh dibawah pohon, setelah itu ia pergi lagi dan meninggalkan pohon", demikian Rasulullah menggambarkan.
Usia yang berjalan takkan pernah kembali atau bisa di undo maupun di reset sebagaimana hal program dalam komputer maupun handphone. Karena itu pergunakan usia yang kita jalani saat ini dengan sebaik-baiknya. Setiap desahan dan tarikan nafas kita adalah sebuah langkah menuju kubur. Kita tidak akan tahu kapan usia kita berakhir dan Kematian pun tidak mengenal usia.
Di Akherat kelakpun usia kita akan dituntut pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
| Tahapan usia (sumber gambar http://duniafitnes.com) |
Kehidupan didunia bukanlah tempat keabadian dan puncak dari segala kehidupan. "Urip mampir ngombe" demikian kiasan menurut orang jawa. Hidup cuma untuk mampir untuk minum air. Kehidupan ini hakikatnya adalah sebuah perjalanan bagai seorang musafir. "Bagai pengendara yang berteduh dibawah pohon, setelah itu ia pergi lagi dan meninggalkan pohon", demikian Rasulullah menggambarkan.
Usia yang berjalan takkan pernah kembali atau bisa di undo maupun di reset sebagaimana hal program dalam komputer maupun handphone. Karena itu pergunakan usia yang kita jalani saat ini dengan sebaik-baiknya. Setiap desahan dan tarikan nafas kita adalah sebuah langkah menuju kubur. Kita tidak akan tahu kapan usia kita berakhir dan Kematian pun tidak mengenal usia.
Di Akherat kelakpun usia kita akan dituntut pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)