Minggu, 03 April 2016

Tragedi Nasi Uduk

foto from : nasiudukbetawi.com


Nasi uduk identik dengan makanan untuk sarapan pagi. Biasanya dipagi hari banyak penjual nasi uduk untuk mereka yang tidak sempat masak sarapan pagi.

Dulu waktu kecil saya mengira nasi uduk adalah makanan khas orang betawi,karena waktu itu penjual nasi uduk si mpok (saya lupa namanya) orang asli betawi sampai dagangan itu diwariskan ke anaknya.

Ternyata sekarang penjual nasi uduk langganan saya adalah orang jawa, bahkan cukup enak juga, walaupun berbeda cita rasa masakan masing daerah. Tak lama kemudian ada penjual nasi uduk lagi yang baru buka lapak dan bukan orang betawi juga bukan orang jawa, tapi asli dari sumatera barat alias padang. Rasanya pun agak berbeda dengan kedua daerah.

Berarti nasi uduk adalah kuliner nusantara yang harus segera dilindungi dan dipatenkan ke UNESCO sebagai warisan budaya nusantara seperti halnya pencak silat. Masing daerah punya gaya dan jurus berbeda,sebagai kekayaan budaya. Kalau tidak dipatenkan khawatir nanti diakui oleh negara jiran kita.

Kembali ke nasi uduk sebagai sarapan pagi. Dalam perjalan menuju sawah ladang alias pabrik tempat bekerja, terjadi kecelakaan yang cukup mengenaskan.

Nasi uduk sarapan pagi nampak hancur terburai seluruh isinya. Nasi uduk yang putih nampak pucat dan hancur terlindas oleh ratusan motor yang mengaspal dijalan menuju arah masing masing, terlihat juga bihun dan sambel goreng kentang plus telur bulat sudah tak nampak bentuknya. Kawannya, kerupuk pun hancur berkeping keping.

Kasihan, nasi uduk itu belum menjadi nikmat sipemiliknya.  Bisa jadi karena kurang tepat menyimpannya  dalam kendaraan dan memacu kendaraan dengan kencang karena khawatir terlambat kekantor atau mungkin hal lain yang pasti bukan sengaja dibuang oleh pemiliknya.

Itulah episode pagi dalam perjalan menuju kantor dan pabrik dalam menjemput rezeki. Semoga kita selalu diberi keselamatan dan kesehatan. Selamat bekerja dan beribadah.

Maret 2016
By : sahabatbaik
Member of ReLi Kab Bekasi

Minggu, 27 Maret 2016

Overtime



Mendengar kata overtime, terkadang ada rasa suka dan tidak suka. Terkadang butuh namun terkadang juga kita ingin beristirahat dan bercengkrama dengan keluarga atau seperti mereka yang memenuhi ruas jalan tol, jalur puncak dan ruas kota bandung, berlibur menghabiskan waktu weekend.

Overtime, bisa jadi wajib bisa juga sunnah atau mubah,tergantung situasi dan kondisi. Kalau ada pekerjaan yang belum terselesaikan atau target tidak terpenuhi dalam satu pekan maka lembur menjadi wajib.

Dan overtime bisa menjadi kebutuhan ketika gaji pokok kita tidak mencukupi untuk biaya hidup dan sekolah anak anak. Bila semua bisa bisa tercukupi tanpa overtime, maka bisa jadi sunah atau mubah overtime itu.

Menurut seorang kawan yang aktivis buruh militan, overtime adalah harga diri seorang buruh, konon dijepang bila perusahaan ingin melemburkan karyawan maka harus minta ijin dulu kepada serikat pekerja.

Lain ladang lain ilalang, mungkin kesejahteraan buruh dijepang sudah tercukupi tanpa overtime sehingga wajar kalau buruh jual mahal ketika diminta overtime. Lha...dinegara kita kadang overtime dijadikan gaya hidup, hutang sana hutang sini untuk beli mobil,dll yang menunjukkan kemewahan, nanti dibayar pakai hasil overtime.

Padahal overtime adalah pendapatan tidak tetap dan tidak dijadikan patokan sebagai jumlah penghasilan tetap kita.

Cukup dilematis membicarakan overtime, bisa jadi ini adalah hal yang sangat politis ketika berbicara masalah upah buruh karena terkait sikap pemerintah dan pengusaha.

Kesejahteraan adalah tercukupinya sandang pangan dan papan. Namun kesejahteraan juga sesuatu yang abstrak sama halnya dengan kebahagian. Ada yang sudah tercukupi semua namun merasa belum sejahtera dan jauh dari bahagia.

Dalam bahasa agama, kudu qonaah yaitu sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak allah .

Jadi cukup pelik juga berbicara overtime. Tergantung situasi dan pendapat masing masing orang aja deh atau selanjutnya terserah anda. Intinya kita kudu jadi orang yang selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan agar nikmat itu bertambah dan juga barokah, Amin.

Maret, 2016
Diladang overtime
By: sahabatbaik

Sabtu, 20 Februari 2016

Aduh,Sakit Gigi

Aduh,sakit gigiku
 

“Dok, kenapa gigi saya masih sakit ya, kan saya udah rajin gosok gigi,” tanya pasien.
“Umur bapak berapa,” sang dokter balik bertanya.

“Empat puluh tahun dokter,” jawabnya sambil terheran karena dokternya balik bertanya.

“Percuma pak, kalau bapak setua ini rajin gosok gigi, kalau mau rajin gosok gigi harusnya dulu waktu masih anak anak,pak,” terang dokter seakan menjawab keheranan pasien tadi.

Menggosok gigi kadang dianggap hal yang sepele, bahkan orang cendrung malas untuk merutinkan gosok gigi tiga kali sehari sesuai anjuran dokter.

Saat kanak kanak sangat dianjurkan agar  mulai merawat gigi dengan selalu rajin menggosok gigi. Perawatan gigi sejak dini akan berpengaruh pada kesehatan dan kebersihan gigi mereka setelah dewasa nanti.

Kesehatan gigi adalah investasi seumur hidup. Kalau dulu kita abai atau saat ini kita tidak mengajarkan anak untuk rajin menggosok gigi ketika mereka mulai muncul gigi susu, maka bisa jadi ketika usia remaja gigi mereka sudah mulai bolong bahkan  harus dicabut sehingga gigi menjadi ompong.

Bagaimana rasanya sakit gigi ?, makan tak enak tidur tak bisa nyenyak. Rasanya  cenut-cenut bikin kepala pusing tujuh keliling sungguh sangat menyiksa sekali penyakit ini, bukan saja derita fisik juga sakitnya tuh disini (sambil nunjuk hati). Jika orang sedang menderita penyakit gigi maka jika dia kerja maka kerjanya jadi tidak maksimal, jika dia pelajar atau mahasiswa maka studinya juga terganggu sejenak karena tidak bisa berkonsentrasi karena terpecah dengan rasa sakit gigi.

Yuk, mulai sekarang kita rajin merawat dan  mengosok gigi.

Tulisan ini juga dimuat di kabarumat